Rapat besar bangsa burung telah memutuskan untuk memusnahkan seluruh pesawat terbang yang ada di dunia, karena bangsa burung menganggap pesawat tebang adalah saingan mereka sebagai penguasa angkasa. Dengan bantuan Profesor Banu, bangsa burung akan kembali ke masa lalu untuk mencegah terciptanya pesawat terbang. Alfian yang secara sengaja mengikuti rapat besar bangsa burung itu, tergerak untuk mencegah hal itu. Mampukah Alfian mencegahnya? Apa yang akan ditemui Alfian dalam petualangannya menjelajah ruang dan waktu? Ikuti kisah petualangan Alfian dan nikmati serunya menjelajah ruang dan waktu!

dapatkan hanya di SINI

Buku baru tentang Putri Salju
Tahun ini akan muncul kisah tentang Putri Salju yang sebenarnya!! Mungkin kita selalu bertanya-tanya, siapa sebenarnya nama ibu tiri putri salju, siapa nama ayahnya, dan apa penyebab meninggalnya ibu Putri Salju, siapa Pangeran yang menyelamatkan Putri Salju dan dari mana asalnya? Semua pertanyaan itu akan terjawab dalam buku ini, THE REAL STORY OF SNOW WHITE, tunggu tanggal terbitnya, jangan sampai ketinggalan!!!

SOPIR DAN PENUMPANG

SOPIR DAN PENUMPANG


Dua orang sahabat hendak naik sebuah mobil. Mereka hendak melakukan perjalanan wisata.“Kamu atau aku yang menyetir,” kata salah satunya. “Kamu saja,” kata temannya. Maka orang itu pun memegang kemudi dan mulai menjalankan mobil. Sepanjang perjalanan keduanya bercakap-cakap. Di tengah perjalanan keduanya sama-sama mengantuk. Tetapi pengemudi tetap waspada dan menjalankan kendaraannya, sedangkan sahabatnya sebagai penumpang sudah tertidur pulas. Tiba di sebuah perempatan, ada petunjuk menuju ke laut dan gunung. Pengemudi memutuskan untuk mengikuti jalan yang ke gunung. Beberapa lama kemudian sampailah mobil itu di gunung. Penumpang yang tertidur sudah bangun. “Lho, dimana kita ini?” tanyanya setelah bangun tidur. “Di gunung!” jawab temannya yang mengemudikan mobil. “Mengapa kita harus wisata ke gunung bukankah lebih baik ke laut?” tanya si penumpang. “Karena aku yang mengemudikan mobil dan kamu tidak meminta untuk pergi ke laut, maka aku memutuskan pergi ke gunung. Bukankah sebagai pengemudi aku berhak mengarahkan mobil ini sekehendak hatiku?” kata si pengemudi. Si penumpang hanya terdiam mendengar penjelasan itu.
Pesan Moral: Dalam hidup ini sebaiknya menjadi “pengemudi” yang menentukan arah tujuan sendiri daripada sebagai “penumpang” yang hanya ikut keinginan orang lain.

mencari belut

mencari belut (gambar diolah dari pasirlutung.blogspot.com)

Belut, makhluk air yang panjang, mirip ular, tetapi tidak berbisa. Biasa hidup di lubang-lubang di sawah atau di dekat sungai-sungai kecil atau saluran pengairan di sawah. Makhluk ini termasuk jenis ikan atau apa aku tidak tahu, soal haram atau halalnya aku juga tidak tahu, yang penting rasanya gurih kalau digoreng. Belut biasanya muncul pada malam hari pada saat sawah baru selesai dipanen atau saat masih direndam air. Pada saat seperti itu akan mudah menangkap belut (biasanya dilakukan malam-malam sambil membawa obor atau lampu petromak disebut juga nyuluh dari asal kata suluh atau menerangi dengan lampu). Pada malam hari saat belut-belut itu keluar, sinar terang dari lampu akan membuat binatang yang licin itu terdiam sehingga akan dapat dengan mudah ditangkap. Pada musim panen seperti itu, biasanya anak-anak SD seperti aku, Ari, dan Riza, sudah siap sejak sore untuk menangkap belut. Accu, lampu, ember, dan pisau sudah disiapkan untuk menangkap belut. Kami kemudian pada malam harinya berangkat menuju sawah yang ada di belakang rumahku. Saat itu orang dewasa yang ikut dengan kami adalah Pak Suwandi seorang tukang cukur sekaligus tukang becak tetanggaku. Kami berangkat bersama-sama ke sawah. Setibanya di sawah kami segera menerangi sawah yang tergenang air, puluhan belut tampak berkeliaran di sawah. Saat disinari lampu, belut itu akan terdiam dan kita tinggal memukul kepala belut itu dengan pisau, matilah belut itu dan tinggal dimasukkan ke dalam ember. Begitulah kami asyik mencari belut sampai dapat satu ember penuh.
Ketika kami berjalan beriringan di pematang sawah, mendadak di sebelah kiriku muncul ular weling besar dan panjang. Kami tidak berani bergerak, ular itu terus berjalan melewati kami. Ular weling sepengetahuanku adalah ular yang gigitannya sangat mematikan. Setelah ular itu lewat kami naik ke jalan yang kering dan memutuskan untuk segera pulang. Sejak kejadian itu kami tidak pernah lagi mencari belut di malam hari. Kalau ingin makan belut, maka kami memberi potas (racun) di sawah. Tetapi tentu saja cara itu berbahaya karena semua binatang air akan mati dan sawahnya juga tercemar racun. Lagipula, pemilik sawah akan marah-marah kalau tahu sawahnya diberi potas, sebab akan merusak tanaman padinya. Akhirnya setelah dewasa dan punya uang kami memilih cara yang praktis, beli.

tiga sahabat

tiga anjing yang bersahabat

Tiger adalah seekor anjing kampung berwarna hitam, sekilas mirip doberman, tapi lebih kecil. Tiger sangat pemberani dan nekat, dia tidak pernah takut menghadapi anjing macam apa pun, semua akan dilawannya. Jika sampai kalah dalam suatu perkelahian, dia akan terus mengejar musuhnya sampai musuhnya menyerah. Pada mulanya Tiger adalah aning kecil yang sakit-sakitan dan cacingan, sampai mau dibuang oleh pemiliknya, tetapi tidak jadi. Sejak kecil Tiger sudah tampak keberaniannya, waktu diajak jalan-jalan ke swah, dia suka mengeja bebek-bebek yang sedang digembalakan. Saat besar, dia semakin berani, dia sering berkelahi dengan anjing milik Pak Rudi yang berjumlah dua ekor. Tiger selalu dikeroyo, tapi seperti biasa, Tiger tidak pernah takut, walau dikeroyok dia terus melawan. Jika sudah terjatuh dia bangun lagi dan menyerang lagi sampai musuhnya lari ketakutan. Suatu hari tetangga sampng rumah membawa anjing yang besar berasal dari Papua dan berbulu lebat. Anjing dari papua itu bernama Bomel. Semula Tiger dan Bomel berkelahi kalau bertemu, tapi lama-lama mereka bersahabat. Setelah itu datanglah anjing putih kecil yang tidak ada pemiliknya, lalu oleh pemilik Tiger anjing itu diberi makan dan ikut dipelihara bersama Tiger. Anjing putih itu betina dan diberi nama Molly. Maka ketiga anjing itu menjadi sahabat, kemana-mana selalu bersama. Dalam menghadapi musuh juga bersama. Kadang kumpulan anjing dari kampung sebelah hanya berdiam di kejauhan tidak berani mendekat kalau ada tiga ekor anjing yang bersahabat itu sedang berjaga di kampung. Anjing-anjing dari lain kmapung itu segan dan takut masuk karena ada Tiger yang pemberani dan Bomel yang berbadan besar.
Hubungan ketiga serangkai itu semakain akrab apalagi setelah Molly kawin dengan Bomel dan melahirkan lima anak yang lucu-lucu mirip bomel. Sayangnya, karena tidak ada yang merawat, kelima anak anjing itu meninggal semua.
Pada suatu malam, ketika tida sahabat itu bermain, Molly menyeberang jalan raya dan tertabrak mobil hingga meninggal. Bomel yang melihat kejadian itu rupanya sangat sedih. Dia tidak mau makan berhari-hari sampai akhirnya ditemukan meninggal di tepi sungai beberapa hari kemudian. Mayat Bome dilempar ke sungai disaksikan oleh Tiger, sahabatnya yang tersisa.
Beberapa hari kemudan Tiger tidak pulang ke rumah dan tidak ada lagi kabar beritanya sampai sekarang.

DUA KAMBING

DUA KAMBING

Di atas sungai ada sebuah jembatan yang sangat sempit. Suatu hari seekor kambing menyeberangi jembatan ini. Tepat di tengah jembatan dia bertemu kambing lain. Tidak ada tempat bagi mereka untuk melewatinya. “Mundur,” kata kambing yang lain itu,”Tidak ada ruang untuk kita berdua.”
“Mengapa saya harus mundur?”, kata kambing lainnya. “Mengapa bukan Anda yang mundur?”
“Anda harus mundur”, kata kambing pertama, “karena saya lebih kuat dari Anda.”
“Anda tidak lebih kuat dari saya,” kata kambing kedua.
“Kita lihat saja”, kata kambing pertama, dan ia mengarahkan tanduknya ke kambing kedua untuk bertarung.
“Berhenti!”, Kata kambing kedua. “Jika kita berkelahi, kita berdua akan jatuh ke sungai dan tenggelam. Sebaliknya saya memiliki rencana, saya akan berbaring, dan Anda dapat berjalan di atasku..”
Kemudian kambing bijaksana itu berbaring di jembatan, dan kambing lainnya berjalan dengan ringan di atasnya. Jadi mereka berpapasan, dan melanjutkan perjalanan mereka.

KOIN EMAS

KOIN EMAS

Sekali waktu hiduplah seorang pemulung dan pedagang. Pemulung sangat miskin dan pedagang kaya raya. Banyak yang menduga bahwa bahwa orang kaya akan lebih bahagia daripada orang miskin tersebut. Tetapi kenyataannya berbeda, pemulung itu tampak bahagia sedangkan pedagang tidak. Pedagang kesal, karena saat ia berguling-guling di tempat tidurnya di malam hari dengan gundah karena tidak dapat tidur, pemulung itu selalu tidur dengan damai dan selalu bangun dengan penuh semangar.
Suatu hari pedagang tak tahan lagi. Dia memutuskan untuk mencari tahu mengapa orang miskin itu bahagia meskipun berada dalam kemiskinannya. Lalu pedagang memanggil pemulung ke rumahnya dan menanyakan tentang penghasilan tahunan pemulung itu, karena pedagang percaya bahwa kebahagiaan hanya bisa diukur dari kekayaan.
“Saya tidak dapat menghitungnya, juga tak terlalu peduli, saya hidup setiap hari dan tidak memikirkan hari berikutnya..”
“Kalau begitu, katakan saja padaku berapa banyak yang anda peroleh dalam satu hari,” desak orang kaya.
“Saya mendapatkan apa yang saya butuhkan. Dan bahkan yang akan terlalu banyak kalau Minggu dan hari libur ketika saya bekerja..”
Pedagang menyukai orang miskin tersebut. Dia ingin berterima kasih pada pemulung itu karena mau dating ke rumahnya, jadi dia menghadiahi orang miskin itu dengan kantong berisi seratus koin emas.
Orang miskin itu merasa menerima keberuntungan yang besar, seratus koin emas yang bagi pedagang itu kecil nilainya, tetapis angat besar bagi si pemulung. Pemulung memutuskan untuk menyembunyikan koin emas itu,sehingga ia akan memiliki uang ia membutuhkannya. Jadi, ketika ia kembali ke rumahnya, ia menggali lubang besar di sudut terpencil dari kebun,melemparkan kantong berisi koin emas ke dalamnya, dan menutupinya dengan tanah.
Tapi dari hari itu, kehidupan orang miskin berubah-ia mulai khawatir tentang keamanan koin emasnya. Setiap malam kurang tidur, dan setiap kali ia mendengar suara sekecil apapun, ia menjadi cemas tentang keamanan koin nya.
Akhirnya, pemulung tidak bisa menanggung hal itu lagi. Dia pergi ke kebun,menggali koin dan mengembalikannya ke pedagang.
Si Miskin telah belajar sebuah pelajaran penting, dan begitu juga pedagang.