SOPIR DAN PENUMPANG

SOPIR DAN PENUMPANG


Dua orang sahabat hendak naik sebuah mobil. Mereka hendak melakukan perjalanan wisata.“Kamu atau aku yang menyetir,” kata salah satunya. “Kamu saja,” kata temannya. Maka orang itu pun memegang kemudi dan mulai menjalankan mobil. Sepanjang perjalanan keduanya bercakap-cakap. Di tengah perjalanan keduanya sama-sama mengantuk. Tetapi pengemudi tetap waspada dan menjalankan kendaraannya, sedangkan sahabatnya sebagai penumpang sudah tertidur pulas. Tiba di sebuah perempatan, ada petunjuk menuju ke laut dan gunung. Pengemudi memutuskan untuk mengikuti jalan yang ke gunung. Beberapa lama kemudian sampailah mobil itu di gunung. Penumpang yang tertidur sudah bangun. “Lho, dimana kita ini?” tanyanya setelah bangun tidur. “Di gunung!” jawab temannya yang mengemudikan mobil. “Mengapa kita harus wisata ke gunung bukankah lebih baik ke laut?” tanya si penumpang. “Karena aku yang mengemudikan mobil dan kamu tidak meminta untuk pergi ke laut, maka aku memutuskan pergi ke gunung. Bukankah sebagai pengemudi aku berhak mengarahkan mobil ini sekehendak hatiku?” kata si pengemudi. Si penumpang hanya terdiam mendengar penjelasan itu.
Pesan Moral: Dalam hidup ini sebaiknya menjadi “pengemudi” yang menentukan arah tujuan sendiri daripada sebagai “penumpang” yang hanya ikut keinginan orang lain.