Pangeran telah berhasil menemukan putri yang memakai sepatu kaca pada pesta yang diadakan di istana. Sepatu kaca yang dicoba oleh Cinderella sangat pas dengan ukuran kakinya. Pangeran sangat bersuka cita, dia segera memboyong CInderella ke istana. Ibu tiri yang jahat dan dua anaknya tidak ikut diboyong ke istana. Cinderella sangat senang sekali, dia membayangkan kehidupan yang menyenangkan di istana bersama Pangeran yang dicintainya.

Sesampainya di istana, Cinderella diberi pakaian yang indah-indah, dia didandani layaknya putri raja. Segala perhiasan dikenakan di seluruh tubuhnya. Makin cantiklah Cinderella. Selain itu dia juga harus mengikuti peraturan istana yang ketat. Makan, tidur, jalan-jalan, semua harus mengikuti peraturan yang ada di istana. Cinderella tidak bisa lagi menemui teman-temannya, tikus-tikus, burung, kucing, dan semua yang dulu telah membantunya.

Hari pernikahan antara Cinderella dan Pangeran akan diadakan besar-besaran. Tetapi sebelum hari pernikahan itu dilaksanakan, Pangeran harus menjalankan tugas kerajaan sehingga pernikahan ditunda. Pangeran berangkat ke medan perang untuk memadamkan pemberontakan. Pangeran meninggalkan Cinderella di istana.

Cinderella merasa kesepian, tidak ada teman-teman yang baik hati yang menemaninya. Di istana dia harus mengikuti peraturan istana yang ketat, tidak boleh kemana-mana tanpa seizin Ibu Suri atau permaisuri Raja.

Ibu suri pada mulanya tidak begitu memperdulikan Cinderella, tetapi setalah beberapa lama tinggal di istana, sikap ibu suri yang sesungguhnya mulai terlihat. Dia sering mencemooh Cinderella, dan menganggapnya sebagai gadis kampung yang tidak tahu aturan. Apalagi jika Cinderella salah melanggar peraturan istana atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan adat di istana. Ibu Suri sering menegur dan marah-marah pada Cinderella. Sikap itu tentu saja tak jauh beda dengan sikap ibu tiri Cinderella.

Cinderella merasa sedih, akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan istana. Pada malam hari yang sunyi, dia membawa perbekalan dan menyelinap keluar dari istana. Dia terus berlari menuju hutan dan sejak saat itu tak ada seorangpun yang pernah melihatnya lagi.