Kancil adalah binatang kecil yang cerdik. Ia dapat melepaskan diri dari bahaya yang mengancamnya. Dengan akalnya, ia dapat menipu harimau yang hendak memangsanya. Saat bertemu dengan kancil, harimau selalu mengutarakan maksudnya untuk memakan kancil. “Cil, aku lapar, cil, sudah beberapa hari ini aku tidak makan, aku ingin memakanmu!” begitulah kata harimau pada kancil. Apa jawab kancil? Dengan tenang ia berkata, “Ya, kamu boleh memakanku, tetapi aku masih ada tugas,” Harimau menjadi penasaran mendengar jawaban kancil itu. “Tugas apa cil?” tanya harimau. “AKu mendapat tugas dari Nabi sulaiman untuk menunggui bubur,” kata kancil sambil menunjuk seonggok kotoran sapi yang tertutup daun pisang di dekatnya. Harimau tampaknya mempercayai ucapan kancil dan membuatnya ingin mencicipi kotoran sapi yang oleh kancil disebut bubur. “Cil, aku ingin makan bubur itu cil, sedikit saja,” Harimau mencoba merayu kancil. Merasa tipuannya berhasil, kancil tersenyum senang, kemudian katanya, “wah tidak bisa, aku nanti dimarahi Nabi Sulaiman.” Mendengar jawaban itu harimau bukannya menyerah, ia terus mendesak kancil agar mengizinkannya memakan bubur. Akhirnya dengan kelihatan terpaksa kancil mengizinkan.”Baiklah, kalau kamu memaksa, tetapi ada syaratnya. AKu akan pergi dahulu dari sini agar tidak dimarahi Nabi Sulaiman. Kmau baru boleh memakannya kalau seterlah aku hilang dari pandanganmu.” Harimau menyetujui syarat kancil itu. Ia menunggu sampai kancil sudah tidak terlihat lagi. Setelah kancil tidak terlihat dengan rakus ia melahap bubur itu, apa yang terjadi? Harimau muntah-muntah karena rasa kotoran sapi yang tidak enak itu. Ia menjadi marah dan mengejar kancil yang sudah tidak mungkin terkejar lagi.