Januari 2008


P

ada suatu masa hiduplah seorang pria dan wanita tua. Mereka memiliki kehidupan yang baik, tetapi selalu menyesal karena tidak punya anak. Pada suatu musim dingin mereka melihat anak-anak tetangganya bermain di salju, dan kekecewaan karena tidak mempunyai anak bertambah besar dari sebelumnya. Laki-laki putri-salju.jpgtua menoleh pada isterinya dan berkata “Mari keluar dan membuat boneka salju – yang akan seperti anak gadis kita yang tak pernah kita miliki.” Maka mereka membuat boneka salju berbentuk seorang anak gadis, pelan-pelan mereka membentuk tangan, kaki, hidung, mulut, leher…

Sesaat setelah mereka selesai membuat boneka salju, bibir gadis salju tiba-tiba berubah menjadi merah dan matanya mulai membuka. Dia tersenyum dengan hangat pada pasangan tua itu, membersihkan serpihan salju dari badannya, dan muncul dari tumpukan salju menjadi gadis muda yang cantik!

Pasangan tua itu sangat gembira, membawa gadis itu ke gubuk mereka dan menamakannya Puteri Salju. Puteri Salju tumbuh dengan cepat, tidak dalam hitungan hari tapi dalam hitungan jam. Tak berapa lama, dia menjadi sangat cantik dan pasangan tua itu sangat menyayanginya. Puteri Salju adalah anak idaman. Dia selalu mengerjakan tugasnya, tidak pernah mengeluh, dan penuh kasih sayang. Jika dia menyanyikan sebuah lagu, seolah-olah suara malaikat dari surga yang bernyanyi.

Puteri Salju banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Dia sangat menikmati tiupan udara dingin pada kulitnya yang putih dan menikmati kegembiraan bersama binatang-binatang kecil dari hutan.

Tetapi musim dingin berlalu dengan cepat dan matahari musim panas yang hangat mulai memanasi daratan. Puteri Salju sekarang menjadi sangat tertekan.

“Ada apa?,” tanya pasangan tua. “Apakah kamu merasa baik-baik saja?”

“Tidak, Ibu, Tidak Ayah, Aku baik-baik saja,” jawabnya.

Tetapi tak dapat diingkari bahwa ada sesuatu yang terjadi. Saat salju terakhir mencair, saat bunga mulai tumbuh di padang rumput, saat burung-burung mulai bernyanyi, Puteri Salju semakin bertambah sedih. Dan dia bersembunyi dari matahari pada setiap kesempatan.

Ketika awan hitam menutupi matahari, membawa hujan es. Gadis itu merasa riang gembira, melihat curahan hujan itu bagai untaian mutiara. Tetapi segera setelah hujan berhenti gadis itu menangis.

Musim panas datang dan sekelompok gadis memanggil Puteri Salju, “Ikutlah bersama kami berjalan-jalan ke hutan!”

Puteri Salju tidak ingin pergi, tetapi orang tuanya mendorongnya, berkata, “Pergilah bermain dengan mereka, sayang. Kamu akan gembira.”

Maka dia pergi dengan gadis-gadis itu, yang mulai mengumpulkan bunga, menyanyikan lagu-lagu, dan menari. Puteri Salju hanya melihat saja dan merasa tidak gembira. Kemudian datanglah malam, gadis-gadis lainnya membuat api dari ranting-ranting yang mereka kumpulkan. Mereka melanjutkan menyanyi dan tertawa, dan Puteri Salju dapat melihat kegembiraan yang diciptakan gadis-gadis itu. Akhirnya, dia memutuskan untuk bergabung. Untuk pertama kalinya sejak musim dingin senyuman terkembang di wajahnya saat dia mulai menari, menyanyi dan tertawa bersama gadis-gadis lainnya.

Kemudian, satu demi satu, gadis-gadis itu bermain melompati api unggun. Puteri Salju meloncati api saat tiba gilirannya, tetapi di tengah jalan, dia tiba-tiba mencair dan berubah menjadi awan putih. Ucapan selamat tinggal lirih terdengar sebelum awan membumbung dan menghilang ke surga.

Karya Penyair Rusia: Aleksander Pushkin

Diterjemahkan secara bebas dari  edisi Bahasa Inggris Karya  Andrew Stonebarger 1998

Oleh: Yoyok RB

P

ada suatu ketika ada seorang yang jahat, wanita tamak yang lebih menyayangi puterinya sendiri daripada  puteri tirinya yang berbudi luhur dan pekerja keras. Pada suatu hari yang dingin di bulan Januari, wanita itu mengirim anak tirinya yang malang ke hutan untuk mengambil bunga salju bagi ulang tahun puterinya.

“Tetapi bunga salju tidak akan berkembang sampai setidaknya dua bulan mendatang!” tangis gadis malang itu. Ibu tirinya berkata, “Aku tidak ingin mendengar alasan apapun. Pergilah kesana dan temukan bunga salju itu, jangan kembali sampai kau menemukannya.”

Karena tidak punya pilihan, gadis itu mulai berjalan menuju hutan yang membeku. Semakin lama dia berjalan dia merasa semakin kedinginan, tetapi tidak ada makhluk hidup yang terlihat. Angin mulai bertiup dan salju mulai turun.

dua.jpgTiba-tiba, dia tiba di tempat yang terang dan melihat dua belas orang, mulai yang paling muda sampai yang paling tua, mengenakan pakaian yang mahal. Mereka bertanya mengapa gadis itu keluar di malam hari di dalam hutan saat badai salju. Gadis itu memberi hormat pada mereka dengan sopan dan menceritakan bahwa ibu tirinya menyuruhnya untuk mengambil bunga salju bagi saudara tirinya. Kedua belas bulan merasa kasihan padanya dan memutuskan untuk menolongnya.

January, yang seperti orang tua, mengambil tongkatnya, memukul tanah dengan tongkat itu, dan membaca mantera. Di sekeliling mereka, dinginnya bulan pertama dalam setahun menghilang dalam sekejab. Dia kemudian memberikan tongkat pada February, dan hal yang sama terjadi, kemudian tongkat tiba pada March, yang membuat bunga musim semi bermekaran di seluruh tanah lapang. Gadis itu mengambil setangkai besat bunga musim semi dan meletakkannya dalam keranjang.

Ketika gadis itu tiba di rumah dan menceritakan kejadian di hutan, ibu tiri yang merasa iri menyuruh anaknya pergi kehutan untuk minta buah berrie, jamur, apel dan ketimun pada dua belas bulan. Gadis itu menemukan tanah lapang dan dua belas bulan yang mengelilingi api unggun besar. Tetapi gadis itu tidak sopan pada mereka dan tidak mendapat apapun. January melambaikan tangannya dan membuat gadis itu terkubur dalam lapisan salju yang tebal. Ibunya mencoba mencarinya, tetapi juga ikut membeku.

Anak tiri yang baik hati itu hidup dengan bahagia dan panjang umur. Pada bulan Mei dia menerima bunga segar di rumahnya, pada bulan Juni,  berrie terbaik, dan dalam bulan September apel terbaik. Orang-orang mengatakan bahwa dua belas bulan mengunjunginya secara teratur dan selalu mendoakannya.

Karya Penyair Rusia: Aleksander Pushkin

Diterjemahkan secara bebas dari  edisi Bahasa Inggris Karya  Andrew Stonebarger 1998

Oleh: Yoyok RB

D

i sebuah desa kecil hiduplah tiga bersaudara. Dua diantaranya sudah menikah, kecuali yang bungsu. Mereka adalah pedagang. Si bungsu adalah seorang yang bodoh, namanya Emelya [e MEL ya]. Suatu hari pada musim dingin kedua kakak Emelya pergi ke pasar yang jauh letaknya, sehingga harus pergi untuk beberapa hari. Untuk itu mereka minta pada Emelya agar menjaga isteri-isteri mereka. Emelya tinggal di rumah dan tidur di atas tungku yang hangat.

Keesokan harinya kakak ipar Emelya memintanya untuk mengambil air dari sungai. Emelya mengomel, “Biarkan aku tenang. Aku ingin tidur. Pergilah sendiri.” Kakak ipar Emelya berusaha membujuk agar dia mau mengambilkan air dari sungai dengan menjanjikan akan membelikan  jaket dan topi merah. Mereka mengetahui bahwa Emelya menyukai pakaian merah. Begitu mendengar janji itu, Emelya segera bangun dari tidurnya di atas tungku dan pergi ke sungai. Dia mengambil air dengan embernya, tiba-tiba dilihatnya seekor ikan pike di lubang es, dengan segera ditangkapnya ikan itu. “Ikan pike bakar sangat lezat rasanya,” pikir Emelya. Tetapi sebelum Emelya melaksanakan niatnya, ikan pike itu berkata, “Lepaskan aku, Emelya. Aku akan memberimu apapun yang kau minta. Asal kamu mengatakan, ‘Atas nama ikan pike, kuperintahkan,’ dan semua akan terjadi.” Emelya melepaskan ikan itu dan berkata dengan suara keras: “Atas nama ikan pike, kuperintahkan, ember, kembalilah ke rumah.” Maka ember-ember berisi air itu berjalan sendiri menuju ke rumah. Hal itu membuat kakak ipar Emelya sangat terkejut. Karena telah menyelesaikan tugasnya Emelya melompat lagi ke atas tungku dan kembali tidur.

Pada lain hari dua kakak ipar Emelya berniat membuat kue serabi, tetapi mereka kekurangan kayu bakar. Mereka meminta Emelya untuk pergi ke hutan mencari kayu bakar dan berjanji membuatkannya kue serabi, yang sangat disukainya. Emelya ke halaman, duduk di palu besar dan berbisik, “Atas nama ikan pike, kuperintahkan, palu, pergi ke hutan.” Palunya hampir seperti terbang ke hutan! Di hutan, Emelya membiarkan kapaknya melakukan tugasnya. Sayangnya dalam perjalanan pulang, banyak orang tertabrak palunya.

Setelah tiba di rumah, Emelya melompat kembali ke tungku dan tidur. Tsar mendengar tentang kecelakaan yang diakibatkan palu Emelya, sehingga dia memerintahkan prajuritnya untuk menemukan Emelya dan membawanya ke istana. Prajurit menemukan rumah Emelya, masuk dan berteriak, “Emelya, kemarilah. Kamu harus pergi bersamaku ke istana Tsar!” Dari atas tungku Emelya menggerutu, “Mengapa? Aku senang di sini. Tinggalkan aku.” Saat prajurit memaksanya turun, Emelya menjadi marah dan berteriak, “Atas nama ikan pike, kuperintahkan, gada, kemari dan beri salam pada prajurit Tsar.” Gada muncul dan memukuli prajurit.

Kemudian Tsar mengirim prajurit lain ke rumah Emelya. Prajurit ini lebih cerdik; dia membawa kismis, buah prem yang dikeringkan, dan roti yang dibubuhi jahe untuk membujuk Emelya agar mau datang ke istana  Tsar. Emelya menghabiskan makanan yang dibawa prajurit itu dan akhirnya bersedia datang ke istana Tsar. Emelya mengenakan jaket tuanya yang penuh gambar-gambar dan dengan suara keras berkata, “Atas nama ikan pike, kuperintahkan, tungku, bawalah aku ke istana Tsar!”

Saat Emelya, mengendarai tungku, muncul di halaman istana Tsar, semua memandangnya dari tangga, gelisah melihat Emelya. Hal itu terjadi ketika puteri Tsar ada di antara mereka. Ketika Emelya melihatnya, timbul rasa sukanya dan berbisik, “Atas nama ikan pike, kuperintahkan, aku ingin gadis cantik itu jatuh cinta padaku.” Setelah itu Emelya memerintahkan agar tungkunya membawanya pulang.

Puteri Tsar merasa rindu pada Emelya dan meminta ayahnya agar mengizinkan Emelya menikahinya. Tsar menjadi sedih, tetapi dia tidak dapat berbuat apa-apa, jadi dia mengirim seorang prajurit untuk mendatangkan Emelya ke istana lagi. Prajurit itu membawa banyak makanan ke rumah Emelya. Setelah Emelya selesai memakan semua yang dibawakan, dia merasa mengantuk dan tertidur. Prajurit membawanya ke hadapan Tsar. Kemudian Emelya dan puteri Tsar diletakkan dalam tong besar dan dilempar ke laut.

Ketika Emelya terbangun, dia menemukan dirinya dalam sebuah tong besar dengan seorang gadis cantik. Sambil terisak, gadis itu menjelaskan apa yang terjadi pada mereka. Emelya berkata, “Atas nama ikan pike, kuperintahkan, aku ingin gelombang membawa tong ini ke pantai.” Sesaat kemudian mereka telah selamat dan mendarat di sebuah pulau yang indah.

“Kekasihku, Emelya, dimana kita akan tinggal? Dapatkah kamu membangun sebuah gubuk kecil untuk kita?” tanya puteri Tsar. Emelya mengangguk dan berkata dengan keras, “Atas nama ikan pike, kuperintahkan, bangunkan aku istana terindah di dunia di sini!” dengan segera, sebuah istana pualam lengkap dengan para pelayan muncul. Kemudian puteri bertanya lagi, “Emelya sayang, dapatkah kamu menjadi lebih tampan?” Seketika Emelya mengubah dirinya menjadi seorang yang tampan dan cerdas. Mereka hidup bahagia sebagai penguasa pulau.

Suatu hari Tsar datang ke pulau itu dan melihat sebuah istana yang megah. Ketika Emelya menyambutnya, Tsar tidak mengenali Emelya. Tetapi kemudian Tsar bertemu dengan puterinya yang menceritakan semua yang telah terjadi antara dia dan Emelya. Tsar menangis dan memberi ampunan pada mereka. Selanjutnya diadakan suatu pesta pernikahan yang besar, saudara-saudara Emelya juga diundang. Setelah itu semua hidup dalam damai dan cinta.

Karya Penyair Rusia: Aleksander Pushkin

Diterjemahkan secara bebas dari  edisi Bahasa Inggris Karya  Andrew Stonebarger 1998

Oleh: Yoyok RB

Seekor kelelawar jatuh ke tanah dan tertangkap oleh musang, kelelawar itu mohon agar bisa dilepaskan. Musang menolak, dan mengatakan bahwa secara alami dia adalah musuh semua burung. Kelelawar menyatakan bahwa dia bukan burung, tetapi seekor kelelawar dan musangtikus, untuk itu dia harus dilepaskan. Kemudian musang itu melepaskan kelelawar itu. Tak lama setelah itu kelelawar jatuh lagi dan tertangkap oleh musang lain yang mengatakan bahwa dia mempunyai permusuhan khusus dengan tikus. Kelelawar berhasil  meyakinkan bahwa dia bukan tikus, tetapi seekor kelelawar, dan untuk kedua kalinya dia dapat lolos dari maut.

Adalah bijaksana untuk mengubah keadaan menjadi suatu keuntungan

keldai dalam kulit singa

Seekor keledai suatu ketika menemukan kulit singa yang dijemur oleh seorang pemburu. Keledai itu mengenakan kulit singa itu dan berjalan ke desa asalnya. Semua lari melihatnya, baik manusia maupun binatang, dan dia menjadi keledai yang angkuh saat itu. Dalam kesenangannya dia meringkik, tetapi seketika itu semua tahu bahwa itu hanya keledai dan pemilik keledai datang sambil mengomel karena tadi smepat ketakutan. tak lama kemudian datanglah serigala pada keledai dan berkata: “Ah, aku mengenalmu dari suaramu.”

Pakaian yang bagus dapat menyembunyikan, tetapi kata-kata yang tolol dapat mengungkap kebohongan.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!